Tak segugup biasanya. Malam ini aku diajak ke nightclub. “Semua
ini gara-gara Zee”, dengusku kesal. Bisa dibilang aku agak menghindari
nightclub, karena pernah waktu itu saat aku dibawah kendali alcohol suatu
kegilaan terjadi. Aku memeluk beberapa orang tak dikenal dan berujung pada... Aku mencium mereka... Ya, aku menjadi
bahan tertawaan tentunya. Memalukan!
Dan malam ini setelah sekian lama, Zee,
sahabatku, mengajakku melepas penat ke nightclub bersama beberapa temannya. Gawat
“Aku sudah selesai make-up. Yuk, jalan!” Ucap Zee sambil keluar
pintu kamar
“Janji yaa, jangan maksa aku buat minum! Atau kita musuhan”
“HAHAHA gemesin banget sih. Tenang. Temanku baik-baik” Zee
tertawa sambil menarikku ke mobil.
Oh iya, namaku Jessie. Saat ini duduk di bangku kuliah
semester 4, jurusan Teknik Elektro. Entah mengapa aku yang mencintai design
tersasar di jurusan ini. Tapi aku cukup nyaman karena banyak
teman-teman pria yang selalu siaga membantuku. Kata
mereka, spesies wanita (cantik) tergolong langka di fakultas teknik, hmm, apa iya?
BLASTERJAXX nightclub
“Yuhuu akhirnya sampai juga! Jessie, kenalin ini
teman-temanku. Glenn, Aaron, dan ini Kenzo” seraya Zee mengenalkan teman-temannya
Kenzo? Seperti merk
baju. Hm tapi mereka ganteng banget. Ah, pasti mereka tipe cowo kurang ajar.
Fix.
“Ah iyaa. Hai, aku
Jessie. Glad to see you boys!” sapaku dengan senyum manis (dan fake)
“Jessie, kamu kalo gak kuat minum jangan dipaksa ya. Aku gak
mau liat cewe bertindak hal bodoh kalo lagi mabok” ucap Glenn. Dia cool dan
daddy-able abis. Cocok dijadiin brotherzone.
“Hahaha tenang. Gue, Glenn, dan Aaron gak bakal ngelakuin
hal-hal aneh kalo lu tumbang Jess. Karena mulai detik ini kita berlima
sahabatan yaa!” Kenzo yang friendly sangat bersemangat.
“Sooo guys let’s start the party! Woohooo” Cheers!
Yash, Martel Gordon Blue
didepanku
Aku merasa klik juga dengan mereka. Mungkin karena boy gangsta lancar beradaptasi dan… oh my God mereka benar-benar tampan. Terlebih
Kenzo, bahkan dengan T-Shirt Bathing Ape simple ia terlihat sangat…. Astaga,
aku mulai diluar kendali
“Baby Boo….”
“HAH ASTAGA!!! Jess kamu kenapa??” Kenzo tiba-tiba kaget
karena menjadi korban pelukan mautku ketika diluar kendali
“Baby Ape…”
“Katanya kamu kaya monyet, zo. HAHAHA” Aaron tertawa sambil
meledek. Dan semua tertawa. Lagi lagi aku menjadi bahan tertawaan
“I… ini dia sampe kapan bakal meluk aku? Sumpah dia tidur
kayaknya… Aduh, Zee mana Zee?? Zee?!” Kenzo kebingungan. Entah karena khawatir, atau
karena takut baper dipeluk aku. Hahaha
“Lagi ke toilet. Dikit lagi balik. Nah itu dia!” Kata Glenn
sambil menunjuk Zee
“Oh My God, Jessie. Jess, bangun! Jess… Oke dia sudah tamat.
Harus aku bawa pulang sebelum makin menggila” Zee sedikit panik sambil menepuk
pipi Jessie
“Gimana? Sebelum makin… menggila? Bahaya juga dia…”
“Oke aku
ikut mengantarnya pulang” Kata Kenzo sambil mengelus rambut Jessie
“Ehhh, jangan dipegang-pegang sahabat gue! Yaudah bantu
gotong ke mobil”
“Waduu hati-hati, Ken! Yaa... hati-hati aja lah HAHAHA kita stay
disini ya” Glenn berkata sambil menepuk bahu Kenzo dan meneguk Tequila
“HAHAHA, iya bener, hati-hati! Yaaa hati-hati aja” Aaron
menimpali sambil tertawa
“Bye, gengs. See you on Saturday!” Zee dan Kenzo
akhirnya mengantar pulang Jessie
Ring! Ring! Ring!
“Hallo?”
“Hai. Gimana kamu?” Ada
suara cowo dari telepon, dan…. wait, apanya
yang gimana?
“Gi… gimana? Apaan yang gimana? Ini sia… HAH?? Ini Kenzo yaa?!”
tibatiba aku kaget setengah mati. Aku baru sadar kalau Kenzo adalah korban
ciuman maut malam itu
“Hahaha. Ya iyalah, ini aku Kenzo. Masa kamu lupa semala…”
“SHHHUUTTT! Aku minta maaf banget semalam aku bener-bener ga
sadar. Aku janji ga akan mengulanginya lagi. Please, jangan bilang
siapa-siapa….” Malu banget dong! Aku memohon, karena sebagai teman baru,
aku khawatir Kenzo marah
“Hmm. Baiklah. Okeyy, tapi sebagai gantinya malam ini
temenin aku nonton The Avengers di bioskop, jam 5 aku jemput ya. Get ready
girl. Bye bye” dan sambungan telepon nya terputus
WHAT?!
Itu ajakan asli? Am I a joke to you? Aku harus banget yaa ikutin perkataan dia?
Tapi aku teringat
Zee, dia teman Zee dan aku gak mau membuat ini canggung. Kemudian dengan skill
analisa (dengan kata lain, stalk) aku mulai mencari informasi mengenai Kenzo.
Pertama, aku mencari username instagram nya,
“Kenzo… Kenz… Oke followed by @ZeeClare ini pasti dia! I got
you”
“Hah?! Apa-apaan nih followers nya 2 juta. Ah parah beli
followers.” Ucapku kesal sambil menganalisa account instagram @JacKenzo
“Okey, scroll, scroll. Hmm, neh. Tapi yang ngelike banyak
juga ya. Dan ini apa maksudnya post iklan mobil?” tu… tunggu… apa jangan jangan
dia artis?
“WHAT THE?! Ja.. jadi dia bintang iklan mobil? Kok gue gak
pernah liat dan Oh, OH MY GOD dia pemain film juga? Hahhh astagaa” Aku shock,
ternyata dia artis
Tapi aku kok gak
pernah liat ya. Aku merasa tinggal di goa…
“Gawat. Kalau macam-macam bisa diamuk fans nya nih. Salah
besar dia jadi korban ciuman maut. Salah! Salah besar! Oh, Jessie, bodoh banget
sih kamu aargghh”
Aku seperti orang gila setelah mengetahui kenyataan bahwa,
Jack Kenzo, cowok macho tinggi dengan wajah tampan asian adalah seorang artis,
punya banyak fanbase, bintang iklan city car, pemain film (aku tidak suka
nonton film). Tak heran pesona nya berbeda, ia memiliki kharisma yang membuat
orang-orang berdegup. Dan sekarang aku diajak menemani pergi ke bioskop
dengannya! Khawatir keesokan hari wajahku beredar di tayangan gossip TV. Aku
harus senang atau khawatir ya?
16.00
Kenzo tiba di depan rumahku, dengan city car yang
dibintanginya…
“Okey, jangan gugup Jessie” Aku menghela nafas. Ku buka
pintu mobilnya
“Hai. Maaf aku semalam… itu tidak sengaja. Aku janji tidak
akan minum lagi.”
“Hahahaha santai aja kali. Yuk, temenin aku nonton The
Avengers di Senayan City! Kamu udah makan belum?” Dia berkata dengan santai
sambil memasangkan seatbelt ku. Membuatku gugup dan berdegup. Sial...
“Aku udah makan kok. Tenang aja. Tapi aku benar-benar minta
maaf, Ken”
“Tanpa kamu minta maaf, sudah pasti aku maafin. Kamu ngga
salah, Jessie. Lain kali kamu jangan minum lagi ya, aku khawatir” Senyuman
mengukir pada bibir Kenzo
Oh my…. Jangan melting
“Y.. yaa… Makasih sudah mengkhawatirkanku”
Hari itu mengalir entah mengapa, aku merasa memiliki koneksi
dengan Kenzo. Meski baru saling mengenal 2 hari tapi obrolan kami sangat nyambung
dan dipenuhi dengan tawa bahagia.
“Hahaha, kok kamu lucu sih?” Kenzo tertawa melihatku yang
baru saja membuat candaan tentang lemari. Tentu saja aku salah tingkah
“Jessie, mau makan eskrim gak? Yuk, aku traktir” “Yuukk!!”
Setelah kami makan eskrim, Kenzo menemaniku membeli make-up.
Ya, hal wanita. Sambil mencoba tester lipstick pink, aku mencoret pipi Kenzo
berbentuk love. Kenzo membalas mencoret jidatku dengan lipstick merah. Aku mau
marah tapi malah tertawa
“Hahaha ih apa sihh!! Hapus” Kenzo tidak marah dan
kita malah tertawa bersama.
Hihi, pria
yang lucu
Tiba saatnya untuk mengakhiri kencan manis ini, kami tak
kuasa berpisah dan berpamitan. Tapi aku tidak mau pulang,
Sayangnya pagar rumahku
sudah didepan mata
“Wah udah selesai ya hari ini. Ternyata kamu gak senyebelin
yang aku kira, hahaha” ucapku ke Kenzo
“Iya, abis kamu lucu banget hahaha. Jessie, nanti kita jalan lagi yaa”
OMG... ya! Tentu saja,
Ken “Mmmm ahaha boleh. Bye...”
Aku membuka pintu mobil dan menuju pagar
rumahku. Kulihat ia berlalu dengan city car nya. Dan yaa, tentu aku senang
sekali hari itu.
Sayangnya ucapan terakhirnya tak pernah terjadi, kami tidak
bertemu lagi sejak hari itu. Bahkan sebuah missed
call ataupun pesan singkat tidak sama sekali. Aku kehilangan Kenzo. Aku
merindukannya. Kupikirkan sejuta kali apa salahku hingga ia pergi begitu saja,
namun jelas tidak ada. Apakah aku terjebak harapan palsu? Dia bilang aku lucu,
loh? Atau mungkin memang tingkah laku nya yang baik hingga aku salah menilai. Entah lah? Mungkin lain kali aku hanya perlu memisahkan antara orang baik dan orang serius, dan... Jangan kegeeran kali ya?
Yah, sekarang aku hanya bisa melihat senyuman manisnya dari layar kaca.
Baru kuingat, dia kan artis. Pasti jago akting ya. Ahaha. Poor you, Jessie...
- FIN -
pict : naver.com


